Aku disini menyelami kedalaman hatimu
Kala fajarku menyingsing mengingatmu
Tuhan tahu disini aku bahagia tanpamu
Kala cinta kita hanya sebatas fatamorgana
Disaat tangis hadir menyemat jiwa
Dan senyum menghiasi akhir sebuah kisah
Lalu mengapa kau biarkan hatimu porak poranda
Dan istana cintaku kau lebur menjadi kepingan kepalsuanmu
Ranting pepohonan di dahan hatimu pun gersang tak berbunga
Setidaknya kala sujudku ditengah malam tadi
Kalam Illahi kupersembahkan padaNya tentang sebuah penghargaan
Bahwa menyintaimu dan menyayangimu dulu tak lah lebih baik
Kala aku menyadari ciuman dan pelukanmu hanyalah sebuah mozaik
Dikamuflase dirimu yang hangatnya tak lebih dari panas knalpot motor pencuri
Yang indahnya tak lebih indah dari sebuah penipuan koruptor pemerintah Indonesia
Dan nikmatnya tak lebih nikmat dari setetes air di padang pasir pengkhianatanmu